Remaja SMAN 2 Subang Dibekali Ilmu CERDAS Hadapi Bencana Melalui Pengabdian Masyarakat


Subang, 31 Juli 2025 – Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang (Polsub) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Implementasi Edukasi CERDAS (Ceramah, Diskusi, dan Simulasi) Tanggap Bencana pada Remaja di SMA Negeri 2 Subang.” Kegiatan ini diikuti oleh 420 siswa kelas XI dan bertujuan untuk menanamkan pengetahuan serta keterampilan dasar tanggap bencana sejak usia remaja.

Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Subang, Dimaas Patria, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyambut baik inisiatif dari Jurusan Kesehatan Polsub dan menyampaikan pentingnya pembekalan edukasi kebencanaan bagi siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter dan keselamatan.

“Edukasi kebencanaan ini sangat relevan, terutama karena Subang merupakan wilayah yang memiliki potensi risiko bencana. Semoga siswa kami mendapatkan manfaat nyata dari kegiatan ini,” ujarnya.

Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Jurusan Kesehatan Polsub, Wardah Fauziah, S.Kep., Ners., M.Kep., yang sekaligus memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa edukasi tanggap bencana harus dilakukan secara berkelanjutan, kolaboratif, dan berbasis praktik lapangan.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, serta memperluas dampak ke masyarakat luas,” ungkap Wardah saat membuka acara.

Sesi inti kegiatan diawali dengan ceramah tentang potensi bencana dan strategi mitigasi di wilayah Kabupaten Subang oleh Darmono Indra, S.AP dari BPBD Subang. Dalam materinya, Darmono menjelaskan jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di Subang serta pentingnya kesiapan komunitas dalam merespons bencana.

Selanjutnya, tim dosen dari divisi kegawatdaruratan Jurusan Kesehatan Polsub memandu simulasi evakuasi dan transportasi korban bencana. Siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga melakukan redemonstrasi dalam dua tim terpisah, memperagakan ulang prosedur yang telah diajarkan.

Para siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka aktif bertanya dalam sesi diskusi, memperhatikan dengan saksama saat simulasi, serta berpartisipasi langsung dalam praktik lapangan.

Ketua pelaksana kegiatan, Ika Nurfajriyani, S.Kep., Ners., M.Kep., menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif untuk memastikan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan tanggap darurat secara nyata.