Mahasiswa prodi keperawatan Politeknik Negeri Subang berbagi pengalaman menghadapi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat


Mahasiswa Prodi keperawatan telah melaksanakan praktik klinik keperawatan (PKK) jiwa di rumah sakit jiwa pada 3 sampai 15 Januari 2022. Salah satunya adalah Tyas Rizky Anastasya, mahasiswa prodi keperawatan Angkatan 2019. Mahasiswi yang akrab disapa Tyas ini berbagi pengalamannya dalam kegiatan PKK Keperawatan Jiwa.

PKK Keperawatan jiwa sendiri merupakan salah satu mata kuliah wajib berupa praktik dengan target kompetensi sesuai dengan kompetensi lulusan sebagai care giver, dengan tujuan mahasiswa bisa lebih berkompeten dalam mencapai keberhasilan program Pendidikan keperawatan yang tidak hanya berfokus kepada teori tetapi juga mengasah praktik yang nantinya akan menjadi bekal untuk mahasiswa mahasiswi keperawatan di dunia pekerjaaan.

Menurut Tyas pengalaman PKK Keperawatan Jiwa d Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan karena susasana di ruangan dibuat rileks dan menyenangkan oleh senior dan kepala ruangan, kemudian pengalaman yang tidak kalah menyenangkan lainnya adalah ketika berinteraksi dengan pasien ODGJ yang memerlukan pendekatan khsusus sehingga interaksi terasa seperti proses bermain. Kemudian Tyas bisa menyalurkan hobi seperti bermain musik untuk mendampingi terapi aktivitas kelompok pasien, menurut Tyas hal itu sangat menyenangkan dan tidak terlupakan.

Adapun mahasiswa yang bercerita mengenai pengalaman praktik d Rumah Sakit Jiwa Pronvinsi Jawa Barat adalah Muhamad Sayuti yang merupakan mahasiswa terbaik di angkatan 2019, Sayuti mengungkapkan perasaaanya campur aduk ketika praktik Kepearwatan jiwa. Sayuti menuturkan hari pertama praktik dia ditempatkan d ruangan akut, dan harus mengaplikasikan komunikasi kepada pasien dengan  ODGJ yang berniat untuk melarikan diri dari rumah sakit.

Sayuti juga memberikan pesan utnuk adik kelas agar lebih banyak belajar mengenai proses pengkajian dan proses diagnose keperawatan jiwa, kemudian lebih mempersiapkan diri sebelum berangkat ke PKK Keperawatan Jiwa seperti sudah membuat laporan pendahuluan lengkap mengenai delapan diagnosa keperawatan jiwa yaitu harga diri rendah, halusinasi, resiko perilaku kekerasan, isolasi sosial, kecemasan, gangguan citra tubuh, perawatan diri, dan waham kata mahasiswa asal purwakarta yang berpenamilan seperti artis Thailand ini.

 

Mahasiswa Program Studi Keperawatan PPK di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat