
Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang baru saja menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Keperawatan Klinik (PKK) yang ditujukan bagi mahasiswa semester empat atau tingkat dua. Agenda penting ini dilaksanakan bertempat di Aula Kampus 1 Ciereng Politeknik Negeri Subang dengan suasana yang penuh antusiasme. Kegiatan ini dirancang sebagai persiapan krusial bagi para calon perawat sebelum mereka terjun langsung ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.
Sebanyak 118 mahasiswa berpartisipasi dalam rangkaian pembekalan ini dengan fokus materi yang sangat komprehensif. Materi pembekalan mencakup berbagai bidang spesialisasi keperawatan, mulai dari Keperawatan Jiwa, Keperawatan Anak, hingga Keperawatan Medikal Bedah dan Keperawatan Maternitas. Kurikulum pembekalan yang padat ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kesiapan mental dan keterampilan klinis yang mumpuni saat berhadapan dengan pasien di lingkungan rumah sakit yang sebenarnya
Dalam pelaksanaan praktik nantinya, seluruh mahasiswa akan disebar ke enam rumah sakit rekanan yang memiliki reputasi tinggi. Lokasi praktik tersebut meliputi RS Bayu Asih, RSDGJ Cirebon, RSJ Cisarua Bandung, serta RSJ Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Selain itu, mahasiswa juga akan ditempatkan di RS Hamori dan RSUD Arjawinangun guna memperluas wawasan klinis mereka di berbagai fasilitas kesehatan yang berbeda
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapatkan bimbingan intensif. Selama masa praktik di rumah sakit, para mahasiswa tidak akan berjalan sendiri, melainkan tetap berada di bawah pengawasan dan bimbingan langsung dari dosen-dosen ahli dari Politeknik Negeri Subang. Sinergi antara teori dari kampus dan bimbingan praktis di lapangan diharapkan mampu mencetak lulusan perawat yang kompeten dan berdedikasi tinggi
Pihak jurusan menekankan bahwa Praktik Keperawatan Klinik ini adalah momentum emas bagi mahasiswa untuk mengasah empati dan profesionalisme. Dengan sebaran lokasi praktik yang mencakup wilayah Subang, Cirebon, Bandung, hingga Bogor, mahasiswa ditantang untuk mampu beradaptasi dengan berbagai karakteristik pasien dan dinamika tim medis di masing-masing rumah sakit. Pembekalan ini menjadi fondasi utama agar risiko kesalahan medis dapat diminimalisir dan standar asuhan keperawatan tetap terjaga.