Perkuat Kualitas Praktik Mahasiswa: Jurusan Kesehatan POLSUB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Griya Lansia Jawa Barat


 SUBANG – Dalam rangka memantapkan kesiapan serta meningkatkan mutu pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi para mahasiswanya, Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang (POLSUB) kembali mengambil langkah progresif melalui kegiatan koordinasi dan penjajakan kerja sama. Pertemuan penting ini dilaksanakan secara langsung pada hari Kamis, 08 Oktober 2026, bertempat di ruang rapat utama Lantai 2, Kampus 1 Jurusan Kesehatan POLSUB. Agenda strategis ini disambut hangat dan dihadiri langsung oleh Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia Jawa Barat, Hj. Widhy Kurniatun, S.T., M.Si., bersama jajaran tim manajemen, serta 7 dosen perwakilan Jurusan Kesehatan POLSUB.

 

Pelaksanaan pertemuan ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk menyediakan wahana praktik klinik dan komunitas yang komprehensif, khususnya dalam bidang keperawatan gerontik bagi mahasiswa. Perlu diketahui bahwa UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia Jawa Barat saat ini mengampu dan merawat kurang lebih sebanyak 400 orang lansia dengan berbagai kondisi kesehatan. Angka dan fasilitas yang memadai ini menjadikan Griya Lansia sebagai lokasi pembelajaran lapangan yang sangat ideal, di mana para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu teoretis secara langsung, mengasah keterampilan klinis, serta menumbuhkan empati mendalam dalam melayani masyarakat lanjut usia.

Berkenaan dengan aspek administratif, alur pengajuan dan perizinan kerja sama telah dibahas secara mendetail dalam forum tersebut. Mekanisme kolaborasi ini akan diawali dengan komunikasi intensif terkait penjadwalan serta kepastian kuota jumlah mahasiswa bersama Ketua Administrasi Griya Lansia, yakni Ibu Tintin. Setelah jadwal pelaksanaan serta jumlah peserta didik dipastikan secara matang, pihak institusi kampus akan melayangkan surat permohonan resmi kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya, Dinas Sosial akan menerbitkan surat dinas resmi kepada pihak Griya Lansia, sehingga kegiatan praktik mahasiswa dapat dilangsungkan dengan landasan hukum dan perizinan yang sah sesuai dengan kesepakatan bersama.

Dalam rencana operasionalnya, program praktik lapangan ini akan melibatkan total 118 mahasiswa Jurusan Kesehatan POLSUB yang terbagi secara sistematis ke dalam dua gelombang penerjunan. Sebanyak 58 mahasiswa akan diterjunkan pada gelombang pertama, disusul oleh 60 mahasiswa lainnya pada gelombang kedua. Sementara itu, untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran mobilitas mahasiswa selama kegiatan berlangsung, pihak Griya Lansia turut membantu memberikan rekomendasi sejumlah lokasi penginapan terdekat yang dinilai aman, kondusif, dan strategis bagi para peserta didik.

Tidak kalah penting, skema bimbingan dan pengawasan mahasiswa selama berada di lapangan telah dirancang secara terstruktur dengan melibatkan tim profesional multidisplin dari Griya Lansia. Selama proses praktik, mahasiswa akan didampingi secara intensif oleh 1 orang narasumber pelayanan lansia yang dipimpin langsung oleh Ibu Kepala UPTD, 4 orang fasilitator lapangan atau pramuwerda, 4 orang pendamping dari unsur pekerja sosial (peksos), 2 orang fasilitator orientasi yang terdiri dari Kepala Tata Usaha dan Kepala Tim, serta 4 orang Clinical Instructor (CI) dari kalangan perawat profesional. Keterlibatan berbagai elemen ahli ini dipastikan mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa di lokasi praktik.

Sebagai penutup rangkaian pertemuan yang produktif tersebut, pihak Griya Lansia memberikan saran konstruktif agar POLSUB dapat memperkuat payung hukum kemitraan jangka panjang dengan menyusun Memorandum of Understanding (MoU) secara resmi bersama Dinas Sosial Jawa Barat. Melalui terjalinnya sinergi yang kokoh ini, Jurusan Kesehatan POLSUB optimis dapat terus mencetak lulusan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademis dan klinis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam memajukan kualitas pelayanan kesehatan bagi lansia di masa depan