Atasi Hipertensi di Subang, Dosen Polsub Ciptakan Nanoemulsi Kulit Nanas Sebagai Terapi Komplementer


Subang, 24 November 2025. Hipertensi masih menjadi fenomena urgensi di Indonesia, bahkan masuk dalam kategori penyakit katastropik dengan beban individu dan ekonomi negara yang tinggi. Di Jawa Barat, prevalensi hipertensi mencapai 39.6%, dan Kabupaten Subang menyumbang kasus yang signifikan dengan total 115.455 kasus. Secara khusus, wilayah Puskesmas Kalijati mencatatkan 4.312 kasus, menjadikannya permasalahan utama. Kepala Puskesmas Kalijati, Bapak Tatang, mengungkapkan bahwa penyebab permasalahan belum tuntas karena diperparah oleh faktor pola hidup sehat yang kurang, aktivitas yang kurang baik, pola makan, serta faktor tingkat stres yang tinggi akibat tekanan ekonomi. Selain itu, penanganan kuratif farmakologi yang dominan tidak diimbangi dengan kepatuhan minum obat yang baik oleh masyarakat, sehingga komplikasi dan disabilitas masih sering terjadi.

Melihat kebutuhan akan terobosan non-farmakologi, tim riset yang terdiri dari dosen keperawatan dan teknologi produksi tanaman pangan menciptakan inovasi unik: balm dari hasil nanoemulsi kulit nanas Subang sebagai Terapi Komplementer untuk menurunkan hipertensi. Pilihan nanas Subang didasarkan pada statusnya sebagai produk unggulan daerah yang menghasilkan limbah kulit nanas dalam jumlah signifikan, di mana pemanfaatannya belum optimal. Padahal, limbah kulit nanas memiliki khasiat karena mengandung senyawa bioaktif seperti minyak atsiri (oxygenated hydrocarbon) dan flavonoid. Senyawa tersebut mampu menurunkan systemic vascular resistance (SVR) melalui mekanisme vasodilatasi pembuluh darah dan menghambat aktivitas enzim Angiotensin Coenzym ACE pada jalur Renin-Angiotensin System (RAS), sehingga mencegah terjadinya konversi angiotensin-I menjadi angiotensin-II dan menghambat kenaikan tekanan darah.

Proyek inovatif ini mendapat dukungan pendanaan melalui program Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Sains dan Teknologi. Penelitian ini dinahkodai oleh Eva Riantika Ratna Palupi, S.Kep., Ns., M.Kep bersama Yudisa Diaz Lutfi Sandi, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Rahmi Rahmawati, S.TP, M.TP. Tim peneliti memilih teknologi nanoemulsi untuk meningkatkan stabilitas, penetrasi kulit, dan efektivitas bahan aktif. Proses panjang pengujian telah dilakukan bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran untuk memastikan keamanan dan kualitas balm. Implementasi pertama flavonoid balm ini telah dilaksanakan di Posyandu Kalijati Barat, melibatkan seluruh lansia hipertensi terdaftar. Diharapkan, kombinasi pengobatan antihipertensi dengan balm nanoemulsi kulit nanas ini dapat menjadi terapi komplementer yang efektif untuk mengoptimalkan penurunan tekanan darah dan menekan angka hipertensi di Subang.