
Subang, 18 Juni 2026 – Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf internasional melalui Kuliah Umum Internasional yang mengangkat tema “Transforming Emergency and Critical Care Nursing Through Evidence-Based Practice”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 07.20–12.00 WIB ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik internasional, serta memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen mengenai perkembangan terkini praktik keperawatan gawat darurat dan keperawatan kritis berbasis bukti ilmiah.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang dan Akademi Keperawatan RS Efarina Purwakarta. Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi menghadirkan narasumber internasional yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam bidang keperawatan. Kuliah umum ini diketuai oleh Nessy Anggun Primasari, S.Kep., Ns., M.Kep, dosen Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang, yang bersama tim pelaksana berhasil menyelenggarakan kegiatan akademik dengan partisipasi peserta yang sangat antusias dari berbagai jenjang pendidikan keperawatan.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh panitia, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Irwan Agustian, S.Kep., Ners., M.Kep. Suasana nasionalisme dan kebanggaan institusi turut mewarnai kegiatan melalui menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Mars Politeknik Negeri Subang, serta Mars Akademi Keperawatan RS Efarina Purwakarta. Rangkaian pembukaan ini menjadi simbol semangat kolaborasi dan komitmen bersama dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global.
Sambutan pertama disampaikan oleh Wakil Direktur Politeknik Negeri Subang, Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang sangat cepat menuntut institusi pendidikan untuk terus menghadirkan ruang belajar yang mampu mempertemukan mahasiswa dengan para pakar dari berbagai negara. Melalui kuliah umum internasional ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami bagaimana praktik keperawatan berkembang di berbagai belahan dunia. Beliau juga menegaskan pentingnya penerapan evidence-based practice sebagai landasan utama dalam memberikan pelayanan keperawatan yang aman, efektif, dan berkualitas.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Akademi Keperawatan RS Efarina Purwakarta, Ns. Wirdan Fauzi Rahman, M.Kep. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara kedua institusi pendidikan kesehatan. Menurutnya, kolaborasi akademik seperti ini menjadi sarana yang sangat penting untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen, sekaligus memperluas perspektif mengenai tantangan pelayanan kesehatan yang dihadapi secara global. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan mutu pendidikan keperawatan di Indonesia.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari narasumber internasional pertama, Eva Balingon Felipe-Dimog, Ph.D, dari Ifugao State University, Philippines. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya transformasi praktik keperawatan gawat darurat dan keperawatan kritis melalui pendekatan evidence-based practice. Beliau menekankan bahwa setiap tindakan keperawatan harus didasarkan pada bukti ilmiah terbaik yang tersedia, dipadukan dengan pengalaman klinis tenaga kesehatan dan kebutuhan pasien. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, serta efektivitas pengambilan keputusan klinis dalam berbagai situasi kegawatan.
Sesi pertama dipandu oleh Yudiza Diaz Lutfi Sandi, Ph.D selaku moderator dari Politeknik Negeri Subang. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait implementasi evidence-based practice dalam pelayanan kesehatan, tantangan penerapannya di fasilitas kesehatan, serta strategi meningkatkan budaya penelitian dan penggunaan hasil riset dalam praktik keperawatan sehari-hari.
Pada sesi kedua, peserta memperoleh wawasan mengenai kegawatdaruratan anak melalui materi yang disampaikan oleh Mr. Hamzah Lilenga, RNP, MScN dari Muhimbili University of Health and Allied Sciences, Tanzania. Beliau membawakan topik “Emergency Triage Assessment and Treatment (ETAT): Recognizing the Sick Child Before It is Too Late”. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa kemampuan mengenali tanda-tanda kegawatan pada anak secara cepat dan tepat merupakan faktor krusial dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Konsep ETAT menekankan pentingnya triase yang efektif, identifikasi dini kondisi kritis, serta intervensi segera untuk mencegah perburukan kondisi pasien anak.
Sesi kedua dipandu oleh Jenabunisbah, S.T. Pust dari Akademi Keperawatan RS Efarina Purwakarta. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait penerapan ETAT di fasilitas pelayanan kesehatan, penanganan pasien anak dengan kondisi kritis, serta pengalaman implementasi sistem triase di berbagai negara. Diskusi tersebut memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan anak yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Kuliah umum internasional ini diikuti oleh dosen Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang, dosen Akademi Keperawatan RS Efarina Purwakarta, mahasiswa tingkat I, II, dan III Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang, serta mahasiswa Akademi Keperawatan RS Efarina Purwakarta. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang pendidikan kesehatan menjadikan forum ini sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan yang sangat berharga dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keperawatan.
Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Internasional ini, Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan pengembangan kompetensi lulusan yang unggul. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan dosen untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, meningkatkan literasi penelitian, serta menerapkan praktik keperawatan berbasis bukti dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berkualitas sesuai dengan standar global.